Merayakan Jejak Akulturasi Lewat Pameran Batik “Metamorfosa”

14 April 2026
Merayakan Jejak Akulturasi Lewat Pameran Batik “Metamorfosa”
Diterbitkan pada  Diperbarui pada  

Pameran batik bertajuk “Metamorfosa” hadir sebagai salah satu pilihan menarik untuk menikmati sisi lain Jakarta. Berlokasi di Menara Kompas lantai 8, pameran ini mengajak pengunjung melihat batik bukan hanya sebagai kain tradisional, tetapi sebagai karya yang menyimpan perjalanan panjang budaya dan identitas.

Dokumentasi Foto Pameran Metamorfosa oleh Tim SpaceJakarta

Pameran ini mengangkat tema akulturasi batik peranakan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Cirebon, Pekalongan, hingga Lasem. Setiap wilayah membawa ciri khasnya masing-masing, namun memiliki benang merah yang sama yaitu keterbukaan terhadap pengaruh luar. Dalam perjalanannya, batik tidak tumbuh dalam ruang yang tertutup. Ia justru berkembang dengan menyerap berbagai budaya, termasuk sentuhan dari para pendatang Tionghoa yang turut memperkaya motif, warna, dan filosofi di balik setiap karya.

Dokumentasi Foto Pameran Metamorfosa oleh Tim SpaceJakarta

Melalui karya-karya yang dipamerkan, pengunjung diajak melihat bagaimana percampuran budaya dapat melahirkan sesuatu yang baru tanpa kehilangan akar aslinya. Ada nuansa nostalgia yang terasa, seolah setiap lembar batik menjadi pengingat bahwa keberagaman sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Pesan ini terasa relevan, terutama di tengah dinamika sosial dan politik yang kerap berubah.

Dokumentasi Foto Pameran Metamorfosa oleh Tim SpaceJakarta

Sejumlah seniman turut ambil bagian dalam pameran ini, di antaranya Dave Tjoa, Giok (Indrawati), Liem Po Hien, Purwati Katrin, Renny Ong, Sulistyono, Valentina Ekawatiningsih, hingga Widianti Widjaja. Masing-masing menghadirkan interpretasi yang unik, namun tetap berpijak pada semangat yang sama yaitu merayakan percampuran budaya melalui karya batik yang personal sekaligus reflektif.

Dokumentasi Foto Pameran Metamorfosa oleh Tim SpaceJakarta

Menariknya, pameran “Metamorfosa” ini dapat dinikmati secara gratis hingga 5 Mei 2026. Kesempatan ini tentu sayang untuk dilewatkan, baik untuk pencinta seni maupun mereka yang sekadar ingin mengisi waktu dengan pengalaman yang berbeda. Di tengah rutinitas kota yang padat, menyempatkan diri berkunjung ke pameran ini bisa menjadi cara sederhana untuk kembali terhubung dengan akar budaya yang kaya dan penuh cerita.

Informasi:
Lokasi: Menara Kompas Lt 8
Tanggal: 10 April - 5 Mei 2026
Operasional: 10.00 - 17.00 WIB

 

Ditulis oleh Noverdy R

Diterbitkan pada  Diperbarui pada  

Tulis komentar