Jakarta kembali menghadirkan pameran seni yang menawarkan pengalaman berbeda. Mengusung tema "Deus Ex Machina" (Tuhan dalam Sebuah Mesin), pameran ini mempertemukan dua sosok dari dunia yang berbeda, yaitu Dr. Andre Setiawan Suryadi, Sp.B dan Anfield Wibowo. Melalui agama dan sains, keduanya menunjukkan bahwa talenta dan profesi dapat menjadi cara manusia menghadirkan karya yang membawa makna bagi sesama.
Dokumentasi Foto Suasana Pameran Deus Ex Machina di Kendys Gallery oleh SpaceJakarta
Anfield Wibowo menampilkan karya-karya bertema biblikal yang sarat pesan spiritual dan kemanusiaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kolaborasinya bersama Paus Fransiskus, yang memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi bahasa universal untuk menyampaikan kasih, harapan, dan refleksi. Setiap lukisan mengajak pengunjung menikmati keindahan visual sekaligus merenungkan nilai-nilai kehidupan.
Dokumentasi Foto Suasana Pameran Deus Ex Machina di Kendys Gallery oleh SpaceJakarta
Di sisi lain, Dr. Andre Setiawan Suryadi, Sp.B menghadirkan perspektif melalui dunia medis. Dalam praktiknya, ia memanfaatkan robot bedah Da Vinci sebagai wujud perpaduan antara teknologi dan dedikasi untuk melayani pasien. Semangat itu merefleksikan Yesus Kristus sebagai sang tukang kayu yang berkarya bagi sesama, sekaligus Leonardo da Vinci sebagai seniman dan ilmuwan visioner yang melampaui zamannya.
Dokumentasi Foto Suasana Pameran Deus Ex Machina di Kendys Gallery oleh SpaceJakarta
Lebih dari sekadar pameran seni, Deus Ex Machina mengajak pengunjung melihat hubungan yang selaras antara iman, kreativitas, dan inovasi. Pameran ini cocok dikunjungi oleh penikmat seni, pelajar, keluarga, hingga siapa pun yang ingin memperoleh sudut pandang baru tentang bagaimana seni dan sains dapat berjalan berdampingan dalam menginspirasi kehidupan.
Informasi:
Lokasi: Kendys Gallery, Wisma Geha (Lantai 1), Jakarta Pusat
Tanggal: Hingga 11 Agustus 2026
Operasional: 12.00-19.00 (Selasa-Minggu)
Free Entry
Instagram: @kendysgallery
Ditulis oleh Noverdy R

