Hari kedua pameran seni Merombak-Ombak yang berlangsung di 2Madison Gallery, Kemang, pada 7 Juni 2026, kembali menghadirkan suasana hangat dan penuh apresiasi. Pameran ini merupakan proyek akhir para siswa Erudio Indonesia yang menjadi wadah bagi mereka untuk menyampaikan gagasan, keresahan, dan refleksi pribadi melalui beragam medium seni. Delapan perupa muda yang terlibat dalam pameran ini adalah Angelo Pascaly Rafael, El Kai Gosyen Tetelepta, Florean Widyadhana Lestari, Joline Aimee Chen, Keisha Ameera Hidayat, Renata Arindhira Murdowo, Sabrina Nirwasita Azaria, dan Syaluna Audrien Kamiela. Melalui karya-karya yang ditampilkan, para pengunjung diajak menyelami cara pandang generasi muda terhadap kehidupan dan lingkungan di sekitarnya.
Dokumentasi Foto Suasana Pameran “Merombak-Ombak” di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Rangkaian acara diawali dengan sesi artist talk yang memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat proses kreatif di balik karya-karya yang dipamerkan. Keisha Ameera Hidayat mempresentasikan Relief Sculpture Painting, sebuah karya dekoratif yang memadukan clay dan cat akrilik dalam bentuk-bentuk alami serta elemen floral. Tidak sekadar menghadirkan keindahan visual, karya ini juga menjadi refleksi tentang kehidupan yang terus bertumbuh dan berkembang. Sementara itu, Renata Arindhira Murdowo memperkenalkan Jejak Lelaku, sebuah lukisan yang mengangkat perjalanan menemukan passion. Melalui karyanya, Renata menggambarkan bagaimana minat dan panggilan hidup sering kali terbentuk tanpa disadari sejak masa kanak-kanak, lalu terus berubah mengikuti pengalaman dan perjalanan hidup seseorang.
Dokumentasi Foto Suasana Sesi Artist Talk, Keisha Ameera Hidayat (Kiri) dan Renata Arindhira Murdowo (Kanan) di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Pada sesi berikutnya, El Kai Gosyen Tetelepta membagikan cerita di balik karya animasinya yang berjudul Caught in Life. Karya ini mengajak audiens untuk tidak terjebak oleh berbagai ketakutan dan tantangan yang hadir dalam kehidupan. Melalui simbol monster-monster yang muncul dalam animasi, Gosyen mengingatkan bahwa hambatan tidak seharusnya menentukan siapa diri kita, melainkan menjadi pengingat untuk lebih menghargai hal-hal berharga yang dimiliki. Bersamaan dengan itu, Joline Aimee Chen memperkenalkan proyek instalasi multimedia Stories in the End, sebuah eksplorasi imajinatif mengenai dampak psikologis dan sosial yang muncul ketika sebuah dunia ditinggalkan oleh sosok penciptanya. Karya ini membuka ruang diskusi tentang identitas, kepercayaan, dan makna keberadaan.
Dokumentasi Foto Suasana Sesi Artist Talk, El Kai Gosyen Tetelepta (Kiri) dan Joline Aimee Chen (Kanan) di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Menutup rangkaian kegiatan hari kedua, para pengunjung diajak menyaksikan pemutaran film pendek Caught in Life karya El Kai Gosyen Tetelepta. Momen ini menjadi ruang berbagi yang hangat antara perupa dan audiens, ketika kesan, pesan, serta interpretasi terhadap karya saling dipertukarkan. Melalui berbagai bentuk presentasi yang ditampilkan, Merombak-Ombak tidak hanya menjadi pameran seni, tetapi juga ruang perjumpaan gagasan yang memperlihatkan keberanian generasi muda dalam menyampaikan suara dan pandangan mereka. Sebuah pengalaman yang menginspirasi sekaligus mengajak setiap pengunjung untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
Dokumentasi Foto Suasana pemutaran film pendek Caught in Life karya El Kai Gosyen Tetelepta di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Informasi:
Lokasi: 2Madison Gallery, Kemang, Jakarta Selatan
Tanggal: 6 - 7 Juni 2026
Instagram: @erudio.indonesia
Hari pertama [LINK]
Ditulis oleh Noverdy R

