Di tengah ekosistem seni rupa kontemporer Jakarta, nama Fanny Yahya muncul sebagai salah satu seniman yang menghadirkan eksplorasi visual yang segar. Ia merupakan pelukis asal Jakarta yang tergabung dalam kelompok NPC (Nostalgic Playful Collective) dan aktif berpameran di berbagai ruang seni di ibu kota. Dalam praktik berkaryanya, Fanny kerap memadukan imajinasi, simbol, dan refleksi terhadap hubungan manusia dengan alam. Melalui bahasa visual yang puitis namun tetap terasa dekat, ia mengajak penonton melihat kembali keterhubungan antara kehidupan manusia dan lingkungan yang menopangnya.
Dokumentasi Foto Diri Fanny Yahya dan Foto Karyanya
Salah satu karya terbarunya berjudul The Birth of The Earth. Lukisan ini dapat dibaca sebagai gambaran tentang proses kelahiran semesta. Fanny menghadirkan berbagai figur, bentuk, dan warna yang berlapis sebagai simbol dari unsur-unsur fundamental alam. Di balik komposisi yang tampak imajinatif, tersimpan kegelisahan sang seniman terhadap kondisi ekologis dunia saat ini. Namun tidak hanya menghadirkan kritik, karya ini juga menyimpan harapan yaitu sebuah bayangan tentang dunia yang lebih selaras antara manusia dan alam. Melalui visual karyanya, Fanny seolah mengajak kita kembali menelusuri akar eksistensi dan memahami kembali posisi manusia dalam tatanan alam semesta.
Dokumentasi Pengunjung Pameran di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Selain itu, karya lain bertajuk Galadriel Prana memperlihatkan pendekatan yang tak kalah menarik. Dalam karya ini, Fanny memadukan unsur mitologi dengan pemikiran tentang energi kehidupan. Sosok figuratif yang menyerupai ratu peri tampil sebagai pusat komposisi, terinspirasi dari figur Galadriel yang sering dimaknai sebagai penjaga kebijaksanaan dan hutan. Kata “Prana” sendiri merujuk pada energi kehidupan. Melalui perpaduan dua gagasan tersebut, figur ini hadir sebagai penjaga sakral yang menjadi jembatan antara dunia tumbuhan yang nyata dengan energi kehidupan yang tak kasatmata. Ia seakan melambangkan siklus napas, oksigen, dan kekuatan alam yang terus menghidupi manusia.
Dokumentasi Seniman saat Menjelaskan Karyanya dan Foto Pengunjung Pameran di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Dalam proses penciptaannya, Fanny juga memilih pendekatan teknik yang unik. Ia menggunakan teknik cyanotype dan gum bichromate yaitu metode fotografi dan cetak alternatif yang memanfaatkan cahaya matahari serta reaksi kimia organik. Bagi Fanny, teknik ini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan cara untuk “menangkap” energi alam secara langsung dalam proses berkarya. Sejumlah karya tersebut kini dapat disaksikan dalam pameran IT’S Y(O)UR TIME! di 2Madison Gallery, Kemang. Pameran ini berlangsung hingga 15 Maret 2026 dan menghadirkan beragam karya menarik dari para seniman lainnya. Bagi yang ingin melihat lebih jauh, informasi juga dapat ditemukan melalui situs resmi 2Madison Gallery.
Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Instagram: @2madison_gallery dan @space_jakarta
Website: 2madison.com dan spacejakarta.com
Contact (WA): +62 818-661-918
Jadwal & Informasi Pengunjung:
Lokasi: 2Madison Gallery, Kemang – Lantai 2 dan 3
Tanggal: 15 Februari – 15 Maret 2026
Jam Operasional: 11.00 – 19.00 WIB
Terbuka untuk umum
Narasumber: Fanny Yahya
Ditulis oleh Noverdy R

