Perjalanan Riki B Suteja sebagai seniman berawal dari masa perkuliahannya di Institut Teknologi Bandung (ITB), ketika ia mendalami seni lukis. Di tengah proses tersebut, muncul pertanyaan sederhana yang kemudian berkembang menjadi bagian penting dalam praktik seninya: sebenarnya, sampai di mana batas sebuah lukisan? Apakah lukisan harus selalu berupa cat di atas kanvas, atau dapat hadir melalui bidang dan material lain? Pertanyaan itu mendorong Riki untuk melihat seni lukis dengan cara yang lebih terbuka. Ia mulai bereksplorasi dengan berbagai material seperti resin, kertas, gypsum, hingga bidang tiga dimensi. Baginya, eksplorasi tersebut menjadi cara untuk menantang pemahaman bahwa lukisan hanya berkaitan dengan bidang dua dimensi. Ketertarikannya semakin kuat setelah melihat seorang seniman yang menggunakan metal sebagai bidang lukis. Dari sana, ia menyadari bahwa seni tidak harus dibatasi oleh material maupun bentuk tertentu.
Dokumentasi Foto Seniman Riki B Suteja dan Karya-karyanya
Eksplorasi tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan yang lebih personal mengenai manusia dan proses kehidupannya. Riki banyak mengangkat bagaimana seseorang tumbuh melalui berbagai kejadian dan pengalaman yang dilalui. Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika ia masih berada di bangku kuliah. Perdebatan mengenai batas seni lukis dan keinginannya untuk menemukan kemungkinan baru ternyata tidak selalu berakhir seperti yang diharapkan. Pengalaman tersebut sempat membuatnya kecewa pada diri sendiri hingga ia memilih untuk tidak membuat karya selama kurang lebih tiga tahun. Meski demikian, ia tetap berada di lingkungan kreatif dengan bekerja sebagai artisan dan mengerjakan berbagai proyek commission. Masa tersebut perlahan menjadi ruang bagi Riki untuk memperbaiki diri dan kembali memahami proses kreatifnya tanpa tekanan untuk memenuhi ekspektasi tertentu.
Dokumentasi Foto Seniman Riki B Suteja dan Karya-karyanya
Ketika akhirnya kembali berkarya, Riki mencoba melihat pengalaman tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Ia membuat sebuah karya, kemudian memecahkannya sebagai bentuk pelepasan terhadap ekspektasi yang sebelumnya ia bangun sendiri. Pecahan tersebut kemudian disusun dan digabungkan kembali dengan bagian lain hingga menjadi karya baru. Proses itu menjadi gambaran tentang bagaimana kehidupan berjalan: sesuatu yang sudah dibangun tidak selalu bertahan sesuai rencana, dan ada kalanya seseorang harus menghadapi kegagalan atau merasa hancur terlebih dahulu. Namun, dari keadaan tersebut selalu ada kemungkinan untuk membangun kembali dan menemukan bentuk yang baru. Pengalaman inilah yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan artistik Riki, sekaligus memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi ruang untuk memahami diri dan kehidupan. Kini, Riki juga aktif di Associate sebagai bagian dari kegiatan galeri, termasuk terlibat dalam berbagai pameran. Karya Riki B Suteja selanjutnya dapat ditemui dalam pameran “The Untitled” yang akan diselenggarakan di 2Madison Gallery pada 1–17 Oktober 2026.
Narasumber: Riki B Suteja
Ditulis oleh Noverdy R

