Keunikan Natal di Rusia: Tradisi, Budaya, dan Suasana yang Berbeda dari Dunia Barat

December 21, 2025
Keunikan Natal di Rusia: Tradisi, Budaya, dan Suasana yang Berbeda dari Dunia Barat
Published on  Updated on  

Natal di Rusia memiliki daya tarik tersendiri yang membedakannya dari perayaan Natal di banyak negara lain. Dipengaruhi sejarah panjang, agama Ortodoks, serta karakter budaya Slavia, suasananya terasa lebih sakral, hangat, dan sarat simbol. Berikut beberapa keunikan yang membuat Natal di Rusia begitu istimewa.

Dokumentasi Suasana Natal di Rusia oleh Vyacheslav Argenberg, CC BY 4.0

Natal Dirayakan pada 7 Januari

Berbeda dengan kebanyakan negara yang merayakan Natal pada 25 Desember, Gereja Ortodoks Rusia menggunakan Kalender Julian, sehingga perayaan jatuh pada 7 Januari. Perbedaan ini menciptakan atmosfer khusus, di mana suasana Natal berlangsung lebih lambat, tenang, dan penuh makna.

(1) Dokumentasi Suasana Natal di Rusia oleh Tess Mattew, CC BY-SA 4.0, (2) Dokumentasi Foto oleh Vyacheslav ArgenbergCC BY 4.0

Berbeda dengan kebanyakan negara yang merayakan natal pada 25 desember, gereja ortodoks rusia menggunakan kalender julian, sehingga perayaan jatuh pada 7 januari. Perbedaan ini menciptakan atmosfer khusus, di mana suasana Natal berlangsung lebih lambat, tenang, dan penuh makna.

Maslenitsa dan Kemeriahan Musim Dingin

(1) Dokumentasi Suasana Maslenitsa oleh Dendetlet, CC BY-SA 4.0, (2) Dokumentasi Oleh Natalia Senatorova, CC BY-SA 4.0

Natal di Rusia bertepatan dengan musim dingin yang sangat dingin, sering kali mencapai suhu di bawah titik beku. Meskipun begitu, kota-kota besar seperti Moskow dan St. Petersburg dihiasi lampu warna-warni, pasar musim dingin, serta festival Maslenitsa (walau lebih dekat ke minggu penghabiskan musim dingin). Suasana ini memberikan nuansa dongeng musim dingin khas Rusia.

Ded Moroz dan Snegurochka

(1) Ilustrasi Ded Moroz dan Snegurochka oleh Mos.ru, CC BY 4.0, (2) Dokumentasi Foto oleh Yogi555

Jika negara Barat memiliki Santa Claus, Rusia memiliki Ded Moroz (Kakek Beku), sosok yang dianggap lebih tua, bijak, dan gagah. Ia ditemani cucunya, Snegurochka (Gadis Salju). Berbeda dari Santa yang datang secara diam-diam, Ded Moroz sering hadir dalam berbagai pesta, bertemu anak-anak secara langsung, dan menjadi bagian dari parade serta pertunjukan.

Puasa dan Makan Malam “Sochelnik”

Sebelum Natal, umat Ortodoks menjalani puasa 40 hari yang disebut Nativity Fast. Puncaknya adalah makan malam pada malam 6 Januari yang disebut Sochelnik.

(1) Dokumentasi Menu Makan Malam Rusia oleh EvelinaRibarova, CC BY-SA 4.0, (2) Dokumentasi Perjamuan Makan Malam oleh kremlin.ru, CC BY 4.0

Menu tradisionalnya meliputi: Kutya (bubur gandum dengan madu dan biji poppy), Ikan, Sayuran dan buah kering dan Roti tak beragi. Makanan dilarang mengandung daging, susu, dan telur hingga misa Natal selesai.

Rumah Tanpa Pohon Natal?

Uniknya, pohon Natal (yolka) di Rusia lebih identik dengan Tahun Baru daripada Natal. Hal ini akibat sejarah Uni Soviet, ketika Natal dilarang dirayakan secara terbuka, namun pohon hias tetap dipertahankan untuk perayaan Tahun Baru. Kini, banyak keluarga tetap menyalakan pohon Natal, tetapi momen utamanya tetap pada pergantian tahun.

(1) Dokumentasi Foto Suasana Natal di Rumah oleh Mos.ru, CC BY 4.0, (2) Dokumentasi Foto oleh Mos.ru, CC BY 4.0

Natal di Rusia bukan hanya perayaan agama, tetapi juga perayaan budaya yang kaya makna dan sejarah. Dari kalender yang berbeda, figur Ded Moroz, hingga tradisi makan malam khusus, setiap elemen mencerminkan identitas Rusia yang unik. Suasananya sederhana namun hangat, menciptakan pengalaman Natal yang berbeda dan tak terlupakan.

 

Ditulis oleh Noverdy R

Referensi:

  1. Figes, Orlando. Natasha’s Dance: A Cultural History of Russia. New York: Metropolitan Books, 2002
  2. Freeze, Gregory L. “The Russian Orthodox Church: Triumphalism and Defensiveness.” Dalam Russia: A History, diedit oleh Gregory L. Freeze. Oxford: Oxford University Press, 2009.
  3. Ryan, W. F. The Bathhouse at Midnight: An Historical Survey of Magic and Divination in Russia. University Park: Pennsylvania State University Press, 1999.
Published on  Updated on  

Leave a comment