Melaka, Malaysia, merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang paling menarik di Asia Tenggara. Kota ini tidak hanya dikenal sebagai kota pelabuhan tua yang strategis, tetapi juga sebagai saksi bisu pertemuan berbagai bangsa dan budaya selama berabad-abad. Berjalan-jalan ke Melaka serasa melakukan perjalanan lintas waktu, terutama saat mengunjungi kawasan Bukit St. Paul. Di kawasan inilah berbagai peninggalan kolonial dari masa Portugis dan Belanda masih berdiri, menghadirkan cerita tentang perebutan kekuasaan, penyebaran agama, serta kehidupan masyarakat pada masa lampau. Bukit St. Paul menjadi pusat perhatian karena lokasinya yang strategis dan kekayaan sejarah yang terkandung di dalamnya.
Dokumentasi Foto Gerbang A Famosa oleh Tim 2Madison/Putri Annisa
Salah satu peninggalan kolonial paling ikonik di Melaka adalah benteng atau gerbang A Famosa. Benteng ini dibangun oleh Portugis pada awal abad ke-16 setelah mereka menaklukkan Melaka. Dahulu, A Famosa merupakan benteng pertahanan besar yang mengelilingi kota, lengkap dengan menara, gudang senjata, dan fasilitas militer lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu dan pergantian kekuasaan, sebagian besar benteng tersebut dihancurkan. Kini, yang tersisa hanyalah satu gerbang kecil, tetapi keberadaannya justru menjadi simbol kuat sejarah kolonial Melaka. A Famosa sering dijadikan latar foto oleh wisatawan, sekaligus pengingat akan kuatnya pengaruh Eropa di kawasan ini pada masa lalu.

Dokumentasi Foto Reruntuhan Gereja St. Paul, Patung St. Fransiskus Xaverius, dan Makam Belanda oleh Tim 2Madison/Putri Annisa
Di kawasan Bukit St. Paul juga terdapat Gereja St. Paul yang menjadi daya tarik utama. Gereja ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1521 dan merupakan salah satu gereja tertua di Asia Tenggara. Meskipun kini hanya berupa reruntuhan tanpa atap, Gereja St. Paul tetap memancarkan nuansa sakral dan historis yang kuat. Dinding-dinding batunya menyimpan berbagai ukiran dan batu nisan peninggalan masa Belanda, yang menunjukkan fungsi gereja ini sebagai tempat ibadah sekaligus pemakaman. Di sekitar gereja, terdapat Patung St. Fransiskus Xaverius, seorang misionaris Jesuit yang berperan penting dalam penyebaran agama Katolik di Asia. Selain itu, makam-makam Belanda yang tersebar di area gereja menambah kesan bahwa tempat ini merupakan titik pertemuan sejarah Portugis dan Belanda dalam satu lokasi.
Dokumentasi Foto Pemandangan dari atas Bukit St. Paul oleh Tim 2Madison/Putri Annisa
Dari puncak Bukit St. Paul, pengunjung dapat menikmati pemandangan kota Melaka yang indah. Dari ketinggian, terlihat perpaduan antara bangunan bersejarah, kawasan modern, serta laut yang dahulu menjadi jalur perdagangan utama. Angin sepoi-sepoi dan suasana tenang membuat tempat ini cocok untuk sejenak berhenti dan merenung. Pemandangan ini seolah menutup perjalanan sejarah dengan kesan damai, setelah menelusuri berbagai jejak kolonial yang membentuk Melaka seperti yang kita kenal sekarang.
Dokumentasi: Putri Annisa
Ditulis oleh Noverdy R
Referensi:
- Holiday Inn Melaka. A Famosa & St. Paul Hill.
- Holidify. St Paul’s Church, Melaka – Oldest Church in Malaysia.

