Menyusuri Sejarah yang Bertaut dalam “Crimson Gilt Exhibition” di Museum Bahari

March 27, 2026
Menyusuri Sejarah yang Bertaut dalam “Crimson Gilt Exhibition” di Museum Bahari
Published on  Updated on  

Di tengah keramaian pesisir Jakarta, Museum Bahari menghadirkan pengalaman yang tak sekadar visual, tetapi juga reflektif lewat pameran “Crimson Gilt Exhibition”. Karya instalasi dari Vincent Ruijters ini mengajak pengunjung menelusuri kisah sejarah yang saling terjalin antara Jepang, Indonesia, dan Belanda melalui jejak perdagangan VOC. Daripada menampilkan artefak konvensional, Ruijters memilih pendekatan artistik yang imersif membuat sejarah terasa hidup dan dekat, bukan sekadar catatan masa lalu yang kaku.

Dokumentasi Foto Pameran Crimson Gilt Exhibition di Museum Bahari oleh Vincent Ruijters

Pusat perhatian pameran ini adalah sebuah instalasi berbentuk kapal yang digantung, terinspirasi dari VOC Amsterdam (1748). Kapal ini direkonstruksi menggunakan ribuan pita rajutan berwarna emas dan merah tua, menciptakan kesan megah. Warna emas melambangkan kemakmuran dan kejayaan yang dibawa VOC dalam jalur perdagangannya, sementara merah tua menjadi simbol sisi gelap yang kerap terlupakan yaitu eksploitasi, kolonialisme, hingga praktik perbudakan di berbagai wilayah yang dilaluinya. Kontras warna ini menjadi bahasa visual yang kuat, seakan mengingatkan bahwa sejarah selalu memiliki dua sisi yang tak terpisahkan.

Dokumentasi Foto Pameran Crimson Gilt Exhibition di Museum Bahari oleh Vincent Ruijters

Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga diajak masuk ke dalam instalasi, berjalan melalui bagian tengah kapal. Di sinilah pengalaman menjadi lebih personal yaitu perubahan cahaya dan warna yang menyelimuti ruang menciptakan suasana yang seolah membawa kita melintasi waktu. Setiap langkah terasa seperti perjalanan menelusuri sejarah yang sama, namun penuh pertentangan makna. “Crimson Gilt Exhibition” berlangsung hingga 7 April 2026, menjadikannya salah satu destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin memahami sejarah dengan cara yang berbeda: lebih dekat, lebih jujur, dan lebih manusiawi.

LokasiMuseum Bahari Jakarta, Jakarta Utara
Tanggal: Hingga 7 April 2026
Instagram@museumkebaharianjkt

 

Ditulis oleh Noverdy R

Published on  Updated on  

Leave a comment