Hari pertama pameran “Merombak-Ombak” yang berlangsung di 2Madison Gallery, Kemang, pada 6 Juni 2026, menghadirkan suasana hangat yang penuh semangat kreativitas. Pameran ini merupakan proyek akhir siswa Erudio Indonesia yang menjadi wadah bagi para perupa muda untuk menampilkan gagasan, pengalaman, dan keresahan mereka melalui karya seni. Sebanyak delapan siswa-siswi terlibat dalam pameran ini, yaitu Angelo Pascaly Rafael, El Kai Gosyen Tetelepta, Florean Widyadhana Lestari, Joline Aimee Chen, Keisha Ameera Hidayat, Renata Arindhira Murdowo, Sabrina Nirwasita Azaria, dan Syaluna Audrien Kamiela. Acara dibuka secara resmi oleh Siva Savana sebagai koordinator Final Major Project, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama pameran.
Dokumentasi Foto Suasana Pembukaan Pameran “Merombak-Ombak” di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Setelah pembukaan, pengunjung diajak lebih dekat dengan para perupa melalui sesi Artist Talk. Pada hari pertama, Angelo Pascaly Rafael memperkenalkan karya berjudul Splashy Water Font, sebuah eksplorasi tipografi yang terinspirasi dari karakter air yang mengalir, lentur, dan selalu berubah bentuk. Melalui karyanya, Angelo menghadirkan huruf-huruf yang tidak hanya berfungsi sebagai media baca, tetapi juga sebagai ekspresi visual yang memiliki identitas dan karakter tersendiri. Sementara itu, Syaluna Audrien Kamiela menampilkan Kulitku, sebuah instalasi fashion yang mengangkat isu dermatillomania atau kebiasaan kompulsif menggaruk kulit. Karya ini hadir sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membuka ruang empati bagi mereka yang mengalami kondisi serupa.
Dokumentasi Foto Suasana Sesi Artist Talk, Syaluna Audrien Kamiela (Kiri) dan Angelo Pascaly Rafael (Kanan) di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Pada sesi yang sama, Sabrina Nirwasita Azaria membagikan cerita di balik karya Persona. Melalui serangkaian karakter yang ia ciptakan, Sabrina merepresentasikan sisi diri yang berbeda layaknya alter ego. Karakter-karakter tersebut juga menjadi cara baginya menangkap kepribadian, kesan, dan kenangan yang ditinggalkan teman-teman selama masa sekolah. Sementara itu, Florean Widyadhana Lestari menghadirkan Under These Kaleidoscope Skies, karya berbahan clay yang berbicara tentang kesehatan mental. Melalui proses clay journaling, Florean mengajak audiens melihat pentingnya mencari dukungan dan menemukan cara yang lebih sehat dalam menghadapi berbagai pikiran maupun emosi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Dokumentasi Foto Suasana Sesi Artist Talk, Florean Widyadhana Lestari (Kiri) dan Sabrina Nirwasita Azaria (Kanan) di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan Workshop Clay Therapy yang dipandu langsung oleh Florean. Dalam sesi ini, peserta diajak mengekspresikan perasaan dan menuangkan kreativitas melalui media clay secara bebas dan menyenangkan. Workshop tersebut menjadi bukti bahwa seni tidak hanya dapat dinikmati sebagai karya visual, tetapi juga sebagai sarana refleksi diri dan penyembuhan. Melalui “Merombak-Ombak”, para perupa muda Erudio Indonesia menunjukkan bahwa seni mampu menjadi medium yang dekat dengan kehidupan, menghadirkan percakapan, sekaligus menghubungkan pengalaman pribadi dengan banyak orang.
Dokumentasi Foto Suasana Workshop Clay Therapy di 2Madison Gallery, Kemang oleh Tim SpaceJakarta
Informasi:
Lokasi: 2Madison Gallery, Kemang, Jakarta Selatan
Tanggal: 6 - 7 Juni 2026
Operasional: 11.00 - 19.00 WIB
Instagram: @erudio.indonesia
Ditulis oleh Noverdy R

