Jakarta kembali menghadirkan ruang refleksi lewat pameran seni kontemporer bertajuk “Limbus Laboris” yang berlangsung di Yiri Arts Jakarta. Pameran ini merupakan kolaborasi dua seniman, Huang Po-Chih dan Widi Asari, yang menghadirkan pendekatan unik dalam memandang konsep kerja. Daripada menampilkan kerja sebagai sesuatu yang kaku dan semata produktif, pameran ini mengajak pengunjung melihatnya sebagai pengalaman yang lebih luas, sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan sering luput kita sadari.
Dokumentasi Foto Suasana Pameran "Limbus Laboris" di Yiri Arts oleh Tim SpaceJakarta
Melalui karya-karya yang ditampilkan, pengunjung diajak masuk ke dalam ruang “antara” sebuah kondisi transisi di mana makna tidak pernah benar-benar tetap. Di sinilah gagasan tentang kerja, proses, dan perubahan saling bertemu. Tidak ada batas yang tegas antara awal dan akhir, antara hasil dan proses. Semua terasa cair, seolah mengingatkan bahwa kehidupan itu sendiri adalah rangkaian negosiasi yang terus berlangsung, termasuk dalam hal bagaimana kita memaknai apa yang kita lakukan setiap hari.

Dokumentasi Foto Suasana Pameran "Limbus Laboris" di Yiri Arts oleh Tim SpaceJakarta
Menariknya, karya-karya dalam pameran ini juga menyoroti hubungan erat antara tubuh manusia, material, dan sistem yang mengelilinginya. Ada kesadaran bahwa apa yang kita sebut “kerja” tidak pernah berdiri sendiri tetapi selalu berkaitan dengan lingkungan, alat, hingga struktur sosial yang lebih besar. Dalam konteks ini, tubuh bukan hanya pelaku, tetapi juga bagian dari jaringan yang saling memengaruhi. Hal ini membuat pengalaman melihat pameran terasa lebih personal, karena pengunjung bisa menemukan kaitannya dengan realitas mereka sendiri.
Dokumentasi Foto Suasana Pameran "Limbus Laboris" di Yiri Arts oleh Tim SpaceJakarta
Pada akhirnya, “Limbus Laboris” menawarkan cara pandang baru yaitu bahwa kerja bukan sekadar aktivitas untuk menghasilkan sesuatu, melainkan kondisi yang membentuk cara kita hidup. Dari rutinitas kecil hingga keputusan besar, semuanya merupakan bagian dari proses yang terus bergerak. Pameran ini membuka ruang untuk berpikir ulang tentang apa arti kerja bagi kita, dan bagaimana hal itu membentuk keseharian yang kita jalani.
Informasi:
Lokasi: Yiri Arts Jakarta, Jakarta Pusat
Tanggal: Hingga 26 April 2026
Jam Operasonal: 12.00 - 19.00 (Selasa - Minggu)
Instagram: @yiri.arts
Free Entry
Ditulis oleh Noverdy R

