Mengintip Proses Kreatif Leila S. Chudori Saat Menulis Karya Sastra

July 14, 2026
Mengintip Proses Kreatif Leila S. Chudori Saat Menulis Karya Sastra
Published on  Updated on  

Leila S. Chudori dikenal sebagai salah satu penulis sekaligus jurnalis Indonesia yang telah melahirkan berbagai karya sastra yang mendapat banyak apresiasi. Novel-novelnya kerap mengangkat tema sejarah, kemanusiaan, dan kehidupan sosial dengan riset yang mendalam. Di balik karya-karyanya, Leila memiliki cara tersendiri untuk menjaga proses kreatifnya tetap berjalan. Baginya, suasana yang tenang menjadi salah satu kunci utama agar ide dapat berkembang dan tulisan mengalir dengan lebih fokus.

Dokumentasi Foto Leila Chudori di Art Cafe Jakarta oleh Tim SpaceJakarta

Saat ditanya mengenai tempat yang ideal untuk menulis, ia mengaku lebih memilih suasana yang tenang, terutama ketika sedang mengerjakan penulisan kreatif seperti cerpen atau novel. Jika harus bekerja di luar rumah, ia akan mencari cafe yang tidak terlalu ramai agar konsentrasinya tidak mudah terganggu. "Kalau misalnya memang harus di luar rumah, ya di cafe yang tidak terlalu ramai. Sebab kalau ramai, ya terganggu," ujarnya. Selain itu, ia juga terbiasa menempatkan buku-buku dan berbagai referensi di sekelilingnya agar mudah diakses saat dibutuhkan. Menurutnya, kebutuhan tersebut berbeda dengan pekerjaan sehari-hari seperti membalas email atau mengurus media sosial yang bisa dilakukan di mana saja. Namun, ketika menulis karya sastra, ketenangan menjadi hal yang sulit untuk ditawar.

(1) Dokumentasi Foto oleh Febrina Anindita via whiteboardjournal.com, (2) Dokumentasi Buku "Laut Bercerita" Karya Leila Chudori oleh Laksmi Mutiara

Latar belakang sebagai jurnalis juga sangat memengaruhi proses kreatifnya. Sebelum mulai menulis, terutama untuk cerita yang berlatar sejarah, ia selalu melakukan riset melalui buku, berbagai referensi, hingga pencarian informasi di internet. Tak berhenti di situ, ia juga mewawancarai sejumlah narasumber untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih mendalam. "Prosesnya mirip dengan jurnalistik, cuma bedanya saya juga mempertanyakan perasaan, jadi tidak hanya peristiwa saja, tapi juga psikologis orang tersebut," jelasnya. Pendekatan itu membuat karya-karya Leila tidak hanya kaya akan fakta, tetapi juga mampu menghadirkan emosi dan sisi manusia yang membuat setiap ceritanya terasa hidup dan dekat dengan pembaca.

(1) Dokumentasi Foto oleh Gramedia Blog, (2) Dokumentasi Foto oleh telkomsel.com

 

Narasumber: Leila S. Chudori
Ditulis oleh Noverdy R

Published on  Updated on  

Leave a comment